14.

Okt, 2026

Jumlah Satelit Bumi 2026, Berapa yang Mengorbit Saat Ini?

Jumlah Satelit Bumi 2026, Berapa yang Mengorbit Saat Ini?


Berapa jumlah satelit bumi saat ini? Simak data terbaru 2026, jenis orbit LEO, MEO, GEO, fungsi satelit, dan perannya untuk internet satelit Indonesia.

Keyword: jumlah satelit bumi

Jumlah satelit yang mengorbit bumi terus meningkat seiring kebutuhan komunikasi, navigasi, pengamatan bumi, hingga akses internet. Perkembangan konstelasi satelit juga membuat teknologi orbit rendah semakin penting bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan kabel.

Memahami jumlah satelit bumi membantu melihat seberapa besar peran teknologi luar angkasa dalam kehidupan sehari-hari. Bagi bisnis di lokasi terpencil, perkembangan ini juga membuka pilihan konektivitas melalui provider internet satelit yang memanfaatkan jaringan satelit LEO untuk menghubungkan lokasi dengan jaringan internet.

Pertanyaan mengenai jumlah satelit bumi perlu dijawab dengan melihat definisi yang digunakan. Satelit yang masih berada di orbit belum tentu semuanya aktif. Sebagian masih berfungsi menjalankan misi, sementara lainnya sudah tidak beroperasi tetapi tetap mengorbit bumi.

Data European Space Agency pada Juni 2026 mencatat sekitar 26.890 satelit sudah ditempatkan ke orbit sejak awal era antariksa. Dari jumlah tersebut, sekitar 18.340 masih berada di ruang angkasa dan sekitar 16.100 masih berfungsi. Selain satelit, orbit bumi juga dipenuhi badan roket dan pecahan benda antariksa yang masuk dalam kategori objek ruang angkasa.

Karena peluncuran satelit berlangsung terus, jumlah tersebut berubah dari waktu ke waktu. Pertumbuhan paling besar terjadi di orbit rendah bumi yang banyak digunakan oleh konstelasi komunikasi.
 

Kategori

Fungsi utama

Satelit komunikasi

Internet, televisi, komunikasi suara dan data

Satelit navigasi

Penentuan posisi, navigasi dan sinkronisasi waktu

Satelit observasi bumi

Pemantauan cuaca, lingkungan, laut dan permukaan bumi

Satelit sains

Penelitian bumi, matahari dan ruang angkasa

Satelit pertahanan

Pemantauan dan komunikasi untuk kebutuhan keamanan


Angka tersebut menunjukkan bahwa satelit sudah menjadi bagian penting dari infrastruktur digital global. Pertumbuhannya tidak hanya didorong lembaga pemerintah, tetapi juga perusahaan swasta yang membangun konstelasi satelit dalam jumlah besar.

Jumlah satelit bumi terus meningkat karena kebutuhan teknologi berbasis ruang angkasa semakin luas. Satelit tidak hanya digunakan untuk komunikasi, tetapi juga mendukung internet, navigasi, pengamatan bumi, cuaca, hingga kebutuhan industri. Beberapa faktor yang mendorong pertumbuhan tersebut antara lain:

  • Kebutuhan internet semakin tinggi: Perusahaan dan masyarakat membutuhkan koneksi di lebih banyak wilayah, termasuk daerah terpencil yang belum terjangkau jaringan fiber.

  • Konstelasi LEO terus berkembang: Layanan internet satelit membutuhkan banyak satelit yang bekerja secara bergantian untuk menjaga cakupan koneksi di berbagai wilayah.

  • Biaya peluncuran semakin kompetitif: Perkembangan teknologi roket memungkinkan beberapa satelit dikirim dalam satu peluncuran sehingga pembangunan konstelasi dapat dilakukan lebih cepat.

  • Kebutuhan industri semakin beragam: Pertanian, pertambangan, logistik, maritim dan energi memanfaatkan satelit untuk komunikasi, pemantauan serta pengiriman data.

  • Permintaan data bumi meningkat: Pemerintah dan perusahaan membutuhkan data satelit untuk memantau cuaca, lingkungan, perubahan lahan dan kondisi wilayah.

Orbit menentukan ketinggian, waktu tempuh sinyal dan karakter layanan satelit. Tiga jenis orbit yang paling sering digunakan adalah LEO, MEO dan GEO.

LEO berada pada ketinggian hingga sekitar 2.000 kilometer dari permukaan bumi. Jarak yang lebih dekat membuat komunikasi memiliki latensi relatif rendah. Orbit ini banyak digunakan untuk internet satelit, pengamatan bumi, dan komunikasi.

Karena satelit LEO bergerak cepat mengelilingi bumi, sebuah jaringan membutuhkan banyak satelit agar cakupan koneksi tetap tersedia. Konstelasi LEO menjadi bagian penting dalam perkembangan layanan internet satelit di berbagai wilayah, termasuk Indonesia.

MEO berada di antara LEO dan GEO, dengan ketinggian sekitar 2.000 hingga 35.786 kilometer. Orbit ini dapat memberikan cakupan wilayah lebih luas dibanding LEO sehingga jumlah satelit yang dibutuhkan dapat lebih sedikit.

MEO banyak digunakan untuk sistem navigasi global yang membutuhkan posisi satelit stabil dan cakupan luas. Selain navigasi, orbit ini juga dapat digunakan untuk kebutuhan komunikasi tertentu yang membutuhkan keseimbangan antara cakupan wilayah dan latensi.

GEO berada pada ketinggian sekitar 35.786 kilometer di atas garis khatulistiwa. Satelit pada orbit ini bergerak mengikuti rotasi bumi sehingga terlihat seperti berada di posisi yang tetap jika diamati dari permukaan.

Karakter tersebut membuat GEO banyak digunakan untuk siaran televisi, komunikasi dan layanan cuaca. Cakupannya luas, tetapi jaraknya yang jauh membuat latensi komunikasi lebih tinggi dibandingkan satelit yang berada di orbit LEO.

Satelit memiliki fungsi yang berbeda sesuai desain dan misi yang dibawa. Lima fungsi utamanya mencakup komunikasi, navigasi, pengamatan bumi, penelitian dan kebutuhan pertahanan.

Satelit komunikasi membantu mengirimkan data dari satu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan ruang angkasa. Teknologi ini digunakan untuk internet, televisi, telepon dan komunikasi data.

Satelit sangat berguna di wilayah yang belum memiliki jaringan fiber maupun infrastruktur telekomunikasi darat. Perkembangan konstelasi LEO juga membuat konektivitas satelit semakin banyak digunakan untuk kebutuhan bisnis, pemerintahan, maritim dan lokasi terpencil.

Satelit navigasi membantu perangkat menentukan posisi, arah dan waktu secara akurat. Sistem seperti GPS memanfaatkan jaringan satelit yang mengirimkan sinyal ke perangkat penerima di bumi.

Teknologi ini digunakan dalam kendaraan, penerbangan, pelayaran, logistik dan aplikasi peta digital. Selain menentukan lokasi, sistem navigasi satelit juga membantu sinkronisasi waktu yang dibutuhkan berbagai sistem komunikasi dan infrastruktur digital.

Satelit observasi bumi digunakan untuk memantau kondisi permukaan bumi dari luar angkasa. Kamera dan sensor khusus dapat mengumpulkan informasi mengenai cuaca, tutupan lahan, kondisi laut, pertanian hingga perubahan lingkungan.

Data tersebut dapat digunakan untuk pemetaan, pemantauan bencana dan pengelolaan sumber daya. Bagi pemerintah dan perusahaan, informasi satelit membantu mendapatkan gambaran kondisi wilayah dalam cakupan yang luas.

Satelit penelitian digunakan untuk mengumpulkan data yang sulit diperoleh langsung dari permukaan bumi. Instrumen khusus dapat mengamati atmosfer, radiasi matahari, medan magnet bumi hingga berbagai objek di luar angkasa.

Data tersebut membantu ilmuwan memahami perubahan lingkungan dan berbagai fenomena antariksa. Satelit juga dapat mendukung penelitian mengenai iklim, cuaca serta kondisi bumi dalam jangka panjang.

Satelit dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan pertahanan dan keamanan melalui komunikasi, navigasi serta pengamatan wilayah. Data dari satelit dapat membantu memantau area yang luas dan menyediakan informasi bagi sistem komunikasi.

Penggunaan teknologi ini membutuhkan perangkat serta sistem pengolahan data yang dirancang sesuai kebutuhan. Perannya semakin penting karena komunikasi dan informasi berbasis satelit dapat digunakan pada wilayah yang sulit dijangkau jaringan darat.

Satelit membantu memperluas akses komunikasi ke wilayah yang sulit dijangkau infrastruktur jaringan darat. Teknologi ini memungkinkan data dikirim dari lokasi pengguna menuju satelit, kemudian diteruskan ke jaringan di bumi. Perannya semakin penting untuk wilayah kepulauan, area terpencil dan lokasi operasional yang membutuhkan koneksi internet.

  • Memperluas jangkauan internet: Jumlah satelit bumi yang terus bertambah mendukung pembangunan konstelasi dengan cakupan wilayah luas. Pengguna di daerah terpencil dapat memperoleh akses internet meski belum tersedia jaringan fiber.

  • Menghubungkan wilayah kepulauan: Satelit dapat menjangkau pulau, laut dan area dengan kondisi geografis yang menyulitkan pembangunan infrastruktur kabel.

  • Mendukung kebutuhan bisnis: Perusahaan dapat menggunakan koneksi satelit untuk komunikasi, cloud, sistem pemantauan, CCTV, IoT dan pertukaran data di lokasi operasional.

  • Mendukung komunikasi saat kondisi darurat: Ketika jaringan darat mengalami gangguan akibat bencana, koneksi satelit dapat membantu menyediakan jalur komunikasi alternatif untuk koordinasi dan pengiriman informasi.

  • Mendorong perkembangan internet LEO: Konstelasi LEO memungkinkan koneksi dengan latensi lebih rendah dibanding satelit GEO. Teknologi ini membuka peluang konektivitas yang lebih luas untuk masyarakat dan industri di berbagai wilayah.



Perkembangan jumlah satelit bumi ikut mendorong penggunaan teknologi LEO untuk kebutuhan internet di Indonesia. Orbit yang lebih dekat dengan permukaan bumi membuat satelit LEO memiliki latensi lebih rendah dibandingkan satelit GEO. Teknologi ini cocok untuk lokasi yang belum memiliki akses jaringan darat.

  • Menjangkau wilayah terpencil: Satelit LEO dapat menyediakan koneksi internet di daerah yang sulit dijangkau fiber. Kondisi geografis seperti pegunungan, kepulauan dan area pedalaman tidak lagi menjadi hambatan utama untuk mendapatkan akses jaringan.

  • Mendukung operasional bisnis: Internet satelit dapat digunakan perusahaan di sektor pertambangan, perkebunan, energi, konstruksi dan maritim. Koneksi dibutuhkan untuk komunikasi, sistem cloud, pemantauan lokasi serta pertukaran data.

  • Memberikan latensi lebih rendah: Jarak satelit LEO yang lebih dekat membantu memperpendek waktu perjalanan sinyal. Kondisi ini mendukung aktivitas yang membutuhkan respons jaringan lebih cepat.

  • Membantu konektivitas Indonesia: BuanterOne memanfaatkan jaringan satelit LEO untuk mendukung kebutuhan konektivitas di berbagai lokasi. Layanan dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan pengguna, kondisi lokasi dan perangkat terminal yang digunakan.

  1. Berapa jumlah satelit yang mengorbit bumi saat ini?

Jumlah satelit terus berubah karena adanya peluncuran baru dan satelit yang sudah tidak beroperasi. Data ESA pada Juni 2026 mencatat sekitar 18.340 satelit masih berada di ruang angkasa, dengan sekitar 16.100 di antaranya masih berfungsi. Angka tersebut dapat berubah seiring perkembangan konstelasi satelit.

  1. Apa fungsi utama satelit yang mengorbit bumi?

Satelit digunakan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari komunikasi, navigasi, pengamatan bumi, penelitian hingga pertahanan dan keamanan. Dalam bidang komunikasi, satelit membantu menyediakan internet dan pertukaran data di wilayah yang belum memiliki infrastruktur jaringan darat.

  1. Apa perbedaan satelit LEO, MEO, dan GEO?

Perbedaan utamanya berada pada ketinggian orbit dan karakter penggunaannya. LEO berada paling dekat dengan bumi dan banyak digunakan untuk internet satelit. MEO banyak digunakan untuk navigasi, sedangkan GEO digunakan untuk komunikasi dan penyiaran dengan cakupan wilayah yang luas.

  1. Mengapa satelit LEO banyak digunakan untuk internet?

Satelit LEO berada lebih dekat dengan permukaan bumi sehingga waktu tempuh sinyal cenderung lebih rendah dibandingkan GEO. Jaringan LEO menggunakan banyak satelit yang bergerak mengelilingi bumi untuk menjaga cakupan koneksi di berbagai wilayah.

  1. Apakah internet satelit cocok untuk wilayah terpencil Indonesia?

Internet satelit dapat menjadi pilihan untuk lokasi yang belum memiliki jaringan fiber maupun infrastruktur telekomunikasi darat. Sebelum pemasangan, kebutuhan bandwidth, jumlah pengguna, kondisi lokasi dan jenis user terminal perlu disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

Pertumbuhan jumlah satelit bumi menunjukkan bahwa teknologi satelit semakin penting dalam mendukung konektivitas global. Kehadiran konstelasi LEO membuat akses internet dapat menjangkau lokasi yang sebelumnya sulit memperoleh jaringan darat.

Bagi perusahaan yang beroperasi di area pertambangan, perkebunan, energi, maritim, konstruksi maupun wilayah terpencil, internet satelit dapat mendukung komunikasi dan kebutuhan pertukaran data. BuanterOne menyediakan layanan konektivitas berbasis satelit LEO yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lokasi dan operasional.

Sebelum menentukan perangkat, pertimbangkan kebutuhan bandwidth, jumlah pengguna, aplikasi yang digunakan serta kondisi pemasangan. Kenali pilihan user terminal dari BuanterOne untuk menemukan perangkat yang sesuai dengan kebutuhan konektivitas di lokasi Anda.



Share