Jul, 2026
Committed Information Rate (CIR) dan Maximum Information Rate (MIR) adalah dua parameter penting dalam layanan internet satelit. CIR menunjukkan kapasitas minimum yang dijamin, sedangkan MIR menunjukkan batas kapasitas maksimum dalam profil layanan. Memahami keduanya membantu perusahaan memilih koneksi berdasarkan kebutuhan operasional, bukan hanya angka kecepatan tertinggi.
CIR menunjukkan kapasitas minimum yang dijamin sesuai profil layanan.
MIR menunjukkan kapasitas maksimum yang dapat digunakan pelanggan.
CIR dan MIR perlu dinilai bersama dengan SLA, latency, kebutuhan upload, dan kebutuhan download.
Profil CIR dan MIR penting untuk aplikasi seperti ERP, VoIP, CCTV, monitoring, dan cloud application.
BuanterOne menyediakan layanan internet satelit dengan CIR dan MIR yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan B2B.
CIR dan MIR sama-sama menjelaskan kapasitas koneksi. Meski begitu, fungsi keduanya berbeda dalam sebuah profil layanan.
Committed Information Rate atau CIR adalah kapasitas minimum yang dijamin.
Maximum Information Rate atau MIR adalah kapasitas tertinggi yang tersedia.
Nilai MIR umumnya lebih besar daripada CIR.
CIR tidak selalu berarti koneksi dedicated dengan rasio 1:1.
Nilai CIR dan MIR dapat berbeda untuk download dan upload.
Bayangkan sebuah jalan yang menyediakan satu lajur khusus untuk kendaraan Anda. Lajur yang selalu tersedia tersebut menyerupai CIR, sedangkan ruang tambahan yang dapat digunakan hingga batas tertentu menyerupai MIR.
CIR dan MIR bukan dua layanan yang saling menggantikan. Keduanya bekerja sebagai batas minimum dan batas maksimum dalam satu profil bandwidth.
Perbedaan paling penting terletak pada tingkat komitmennya. CIR memberi dasar kapasitas yang lebih terukur, sementara MIR menunjukkan batas tertinggi yang tersedia dalam profil koneksi.
Koneksi bisnis biasanya digunakan oleh banyak perangkat dan aplikasi secara bersamaan. Ketika trafik meningkat, aplikasi penting dapat ikut melambat jika kapasitas tidak direncanakan dengan baik.
Video conference dapat terganggu saat transfer file besar berjalan.
CCTV dan sensor dapat memenuhi kapasitas upload.
ERP dapat melambat ketika banyak pengguna aktif.
VoIP dapat terganggu oleh latency, jitter, dan packet loss.
Cloud backup dapat mengambil kapasitas dari aplikasi operasional.
Remote site dapat kesulitan mengakses sistem pusat.
Situasi ini sering terjadi di tambang, perkebunan, kapal, fasilitas energi, kantor cabang, dan wilayah yang belum terjangkau fiber. Dampaknya bukan hanya internet terasa lambat, tetapi pekerjaan juga dapat tertunda.
Dengan memahami CIR dan MIR, perusahaan dapat menentukan kapasitas minimum untuk aplikasi prioritas sekaligus menyediakan ruang trafik hingga batas maksimum yang sesuai.
Tidak ada satu profil bandwidth yang cocok untuk semua perusahaan. Perhitungannya perlu dimulai dari aktivitas yang benar-benar berjalan di setiap lokasi.
Catat jumlah pengguna aktif pada jam sibuk.
Pisahkan aplikasi prioritas dari aktivitas umum.
Hitung kebutuhan upload dan download.
Identifikasi aplikasi yang sensitif terhadap latency.
Catat trafik CCTV, sensor, dan monitoring.
Tentukan dampak operasional jika koneksi melambat.
Periksa target uptime dan Service Level Agreement (SLA).
Siapkan ruang untuk pertumbuhan pengguna dan perangkat.
Jumlah perangkat terdaftar tidak selalu sama dengan jumlah perangkat yang aktif bersamaan. Karena itu, perhitungan sebaiknya memakai concurrent users dan pola trafik aktual.
Data tersebut membantu tim teknis menentukan CIR yang cukup untuk trafik utama serta MIR yang mampu menampung peningkatan penggunaan.
CIR dan MIR menjelaskan kapasitas, sedangkan Service Level Agreement menjelaskan komitmen layanan secara lebih luas. Ketiganya perlu dibaca bersama.
CIR menjelaskan kapasitas minimum yang dijamin.
MIR menjelaskan batas kapasitas maksimum.
SLA dapat mencakup target uptime.
SLA dapat menjelaskan prosedur penanganan gangguan.
SLA dapat mengatur mekanisme eskalasi teknis.
SLA dapat menjelaskan ruang lingkup perangkat dan pemeliharaan.
Nilai CIR yang besar belum tentu cukup jika dukungan teknis dan prosedur gangguannya tidak jelas. Hal yang sama berlaku untuk MIR yang tinggi tetapi tidak sesuai kebutuhan aplikasi.
Perusahaan sebaiknya memeriksa profil CIR, MIR, SLA, kebutuhan upload, latency, dan perangkat sebagai satu kesatuan.
BuanterOne menyediakan layanan internet satelit untuk pelanggan B2B dengan profil CIR dan MIR yang dapat disesuaikan. Penentuannya mengikuti kebutuhan aplikasi, lokasi, pengguna, dan pola operasional.
Profil bandwidth dapat dirancang berdasarkan aplikasi prioritas.
CIR dapat ditentukan untuk menjaga kapasitas minimum.
MIR dapat disesuaikan dengan kebutuhan maksimum site.
Layanan dapat digunakan sebagai koneksi utama.
Layanan juga dapat digunakan sebagai backup connection.
Perangkat dapat disesuaikan untuk lokasi tetap maupun aset bergerak.
Dukungan teknis dan SLA dapat disusun berdasarkan ruang lingkup layanan.
Solusi tersebut dapat digunakan untuk remote area, pertambangan, oil and gas, maritim, agriculture, dan land mobility.
Dengan pendekatan ini, perusahaan tidak hanya mendapatkan angka bandwidth, tetapi profil koneksi yang mengikuti kebutuhan operasional setiap lokasi.
BuanterOne berfokus pada konektivitas untuk bisnis, remote site, dan lokasi yang sulit dijangkau jaringan terestrial. Layanannya didukung infrastruktur satelit, fasilitas darat, Network Operations Center, dan user terminal.
Layanan ditujukan untuk kebutuhan B2B.
Koneksi dapat digunakan di area tetap maupun bergerak.
Profil CIR dan MIR dapat disesuaikan per lokasi.
User terminal dipilih berdasarkan kondisi pemasangan.
Monitoring jaringan membantu mendeteksi gangguan.
Infrastruktur koneksi dapat mendukung kebutuhan multi-site.
Pilihan user terminal BuanterOne mencakup perangkat untuk lokasi tetap, kendaraan, dan kegiatan maritim. Kapasitas aktual tetap mengikuti desain teknis, perangkat, cakupan, CIR, MIR, serta kondisi site.
Kecepatan maksimum yang besar belum tentu menjaga aplikasi penting tetap berjalan. Tanpa kapasitas minimum yang sesuai, ERP, komunikasi, CCTV, monitoring, dan cloud application dapat melambat ketika trafik meningkat.
BuanterOne membantu perusahaan menentukan profil CIR dan MIR berdasarkan lokasi, jumlah pengguna, aplikasi prioritas, kebutuhan upload, kebutuhan download, serta SLA. Hubungi tim BuanterOne untuk mendiskusikan desain konektivitas yang sesuai dengan operasional perusahaan Anda.
Bandwidth CIR dan MIR adalah dua batas kapasitas dalam profil layanan internet. CIR menunjukkan kapasitas minimum yang dijamin, sedangkan MIR menunjukkan kapasitas maksimum yang dapat digunakan.
Nilai keduanya perlu disesuaikan dengan jumlah pengguna, aplikasi, pola trafik, dan kebutuhan operasional.
CIR atau Committed Information Rate adalah kapasitas minimum yang dijamin oleh penyedia layanan berdasarkan profil koneksi yang disepakati.
CIR membantu memberikan kapasitas dasar untuk aplikasi yang membutuhkan koneksi lebih konsisten.
Ya. BuanterOne menyediakan layanan internet satelit dengan profil CIR dan MIR yang dapat disesuaikan untuk kebutuhan pelanggan B2B.
Penentuannya mengikuti aplikasi, jumlah pengguna, lokasi, kebutuhan bandwidth, perangkat, dan SLA.
BuanterOne dapat membantu perusahaan menghitung dan merancang profil CIR serta MIR untuk remote site.
Tim dapat mempertimbangkan kebutuhan upload, download, aplikasi prioritas, concurrent users, kondisi lokasi, dan risiko downtime.
Ya. BuanterOne menyediakan solusi konektivitas dengan profil CIR dan MIR untuk pertambangan, maritim, remote area, oil and gas, agriculture, serta land mobility.
Profil layanan dan perangkat disesuaikan dengan kondisi operasional setiap industri.