Okt, 2026
Internet untuk sektor minyak dan gas harus mampu menjangkau lokasi operasional yang jauh dari jaringan darat, mulai dari rig offshore, lapangan onshore, jalur midstream, hingga fasilitas hilir.
Kebutuhannya juga berbeda dari internet kantor biasa. Konektivitas dapat digunakan untuk menghubungkan pekerja, sensor, aplikasi korporat, cloud, sistem monitoring, SCADA, PLC, hingga pusat kendali perusahaan.
Karena itu, pemilihan teknologi tidak cukup berdasarkan kecepatan internet. Lokasi, latency, bandwidth, redundansi, klasifikasi area, keamanan jaringan, serta kebutuhan aplikasi operasional perlu diperhitungkan sejak tahap desain.
Operasi minyak dan gas dapat berlangsung di laut lepas, kawasan terpencil, wilayah dengan akses darat terbatas, maupun kompleks fasilitas yang tersebar pada area luas.
Situasi tersebut membuat pembangunan fiber atau jaringan seluler konvensional tidak selalu menjadi pilihan yang mudah diterapkan.
Rig offshore menghadapi tantangan jarak dari infrastruktur telekomunikasi darat. Sementara itu, fasilitas onshore dapat berada di tengah hutan, kawasan gurun, atau lokasi industri yang jauh dari jaringan telekomunikasi publik.
Pada kondisi seperti ini, koneksi nirkabel dan satelit dapat berfungsi sebagai bagian dari arsitektur komunikasi perusahaan.
BuanterOne menyediakan solusi konektivitas untuk sektor minyak dan gas berbasis jaringan satelit LEO Eutelsat OneWeb, termasuk untuk kebutuhan lokasi di darat maupun lepas pantai.
Pelajari solusi Minyak dan Gas BuanterOne
Internet kantor umumnya berfokus pada browsing, email, komunikasi video, aplikasi SaaS, dan pekerjaan kolaboratif.
Pada operasi minyak dan gas, jaringan juga dapat membawa trafik dari sensor, sistem monitoring, aplikasi cloud, otomasi, analitik data, dan berbagai perangkat operasional lainnya.
Akibatnya, tim IT perlu mengetahui trafik mana yang kritikal, aplikasi mana yang membutuhkan latency rendah, dan layanan apa yang dapat menggunakan prioritas lebih rendah.
Jaringan kru untuk komunikasi pribadi, misalnya, tidak seharusnya diperlakukan sama dengan koneksi yang membawa data operasional.
Rig yang berada jauh dari pantai membutuhkan jalur komunikasi yang tidak sepenuhnya bergantung pada jaringan seluler terestrial.
Pilihan teknologinya dapat mencakup microwave dalam kondisi tertentu, satelit GEO, satelit LEO, serta kombinasi beberapa jalur untuk membangun redundansi.
LTE atau 5G publik bergantung pada cakupan infrastruktur darat. Semakin jauh instalasi bergerak dari area layanan, semakin sulit mengandalkan jaringan tersebut sebagai koneksi utama.
Radio microwave juga membutuhkan desain jalur komunikasi yang sesuai dengan kondisi geografis dan infrastruktur yang tersedia.
Ketika lokasi operasi berada jauh di laut atau area terpencil, internet satelit menjadi salah satu teknologi yang dapat dipertimbangkan.
BuanterOne juga menempatkan konektivitas offshore sebagai bagian dari kebutuhan maritim untuk minyak dan gas, termasuk pemantauan dan pengendalian jarak jauh.
Pada instalasi bergerak atau lingkungan maritim, perubahan orientasi platform dapat memengaruhi hubungan antara terminal dan satelit.
Karena itu, terminal satelit untuk lingkungan tersebut berbeda dari antena yang hanya dipasang pada bangunan tetap.
Teknologi terminal tertentu menggunakan sistem stabilisasi agar antena tetap dapat mengikuti kebutuhan koneksi ketika platform mengalami pergerakan.
BuanterOne memiliki terminal OW70L yang menggunakan platform stabilisasi tiga sumbu untuk mendukung perpindahan koneksi pada konstelasi LEO Eutelsat OneWeb.
Tidak ada satu teknologi yang otomatis cocok untuk seluruh operasi minyak dan gas.
Perusahaan dapat memilih satu teknologi atau membangun arsitektur hybrid berdasarkan lokasi, kebutuhan aplikasi, profil trafik, availability yang dibutuhkan, serta infrastruktur yang telah tersedia.
VSAT atau Very Small Aperture Terminal merupakan teknologi komunikasi satelit dua arah yang dapat membawa data, suara, dan video.
Teknologi ini telah digunakan untuk menghubungkan fasilitas yang sulit dijangkau jaringan darat, termasuk proyek energi dan lokasi operasional terpencil.
Arsitektur VSAT melibatkan terminal pelanggan, satelit, fasilitas darat, dan jaringan tujuan. Pemilihannya perlu mempertimbangkan kebutuhan bandwidth, latency, aplikasi, dan lokasi terminal.
BuanterOne membahas cara kerja dan pertimbangan penggunaan teknologi tersebut dalam panduan VSAT untuk koneksi bisnis di wilayah terpencil.
Baca panduan VSAT BuanterOne
Low Earth Orbit atau LEO menggunakan satelit pada orbit yang lebih rendah dibandingkan satelit geostasioner.
Perjalanan sinyal yang lebih pendek membuat teknologi LEO relevan untuk aplikasi yang membutuhkan komunikasi lebih responsif.
Dalam sektor minyak dan gas, kebutuhan tersebut dapat muncul ketika remote site terhubung dengan aplikasi korporat, cloud, analitik data, monitoring, atau sistem yang membutuhkan pembaruan informasi lebih cepat.
BuanterOne menggunakan konstelasi LEO Eutelsat OneWeb dan mengintegrasikan konektivitas tersebut dengan kebutuhan jaringan lokal seperti LTE atau 5G.
Private LTE atau 5G memiliki fungsi berbeda dari koneksi satelit.
Jaringan privat dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat di dalam area operasi, sedangkan koneksi satelit dapat berfungsi sebagai backhaul menuju kantor pusat, cloud, atau jaringan perusahaan.
Model tersebut membuat pemilihan teknologi tidak harus berupa pilihan antara satelit atau LTE.
Pada beberapa desain, keduanya dapat menjadi lapisan berbeda dari arsitektur jaringan yang sama.
Salah satu perbedaan penting antara konektivitas migas dan internet kantor adalah keberadaan Operational Technology atau OT.
SCADA, PLC, sensor, sistem telemetri, dan perangkat monitoring dapat menghasilkan data yang perlu diteruskan menuju pusat kendali atau aplikasi perusahaan.
Sensor lapangan dapat memantau parameter operasional dan meneruskannya melalui jaringan lokal.
Data tersebut kemudian dapat dikirim melalui backhaul menuju control center, data center, atau aplikasi cloud sesuai arsitektur perusahaan.
Dalam skenario ini, kualitas jaringan tidak sebaiknya hanya dinilai berdasarkan kecepatan download.
Latency, kestabilan koneksi, prioritas trafik, kapasitas upload, serta mekanisme ketika koneksi utama terganggu juga perlu diperhitungkan.
Konektivitas juga membuka akses dari remote site menuju aplikasi cloud dan sistem analitik.
Data historis dan data operasional dapat digunakan oleh sistem perusahaan untuk mendukung pemantauan kondisi aset dan proses predictive maintenance.
BuanterOne memasukkan otomatisasi, analisis big data, predictive maintenance, dan environmental monitoring sebagai contoh aplikasi digital oil field yang dapat didukung konektivitas.
Yang perlu dibedakan adalah peran konektivitas dan aplikasi.
Jaringan menyediakan jalur pertukaran data. Keputusan pemeliharaan, konfigurasi sistem, serta interpretasi kondisi aset tetap bergantung pada perangkat, aplikasi, proses, dan tim teknis perusahaan.
Latency merupakan jeda waktu ketika data berpindah dari satu titik menuju titik lainnya dan menerima respons.
Dalam operasi remote, latency dapat semakin terasa ketika sistem menggunakan aplikasi interaktif, cloud, remote monitoring, atau komunikasi dua arah secara terus-menerus.
Salah satu pendekatan adalah memilih jalur komunikasi dengan karakter latency yang sesuai kebutuhan aplikasi.
Pendekatan lainnya adalah menentukan data mana yang harus dikirim segera, data mana yang dapat diproses secara lokal, serta trafik mana yang tidak memerlukan prioritas tinggi.
Dengan demikian, desain konektivitas SCADA migas via satelit tidak hanya berfokus pada bandwidth besar, tetapi juga pada bagaimana trafik dikelola.
Untuk operasi yang membutuhkan kontinuitas konektivitas, satu jalur komunikasi dapat menciptakan ketergantungan pada satu titik kegagalan.
Karena itu, desain WAN dapat mempertimbangkan koneksi utama dan cadangan.
Contohnya dapat berupa kombinasi LEO dan GEO, atau satelit dengan jalur terestrial ketika fasilitas masih mempunyai akses terhadap jaringan darat.
Pemilihan konfigurasi tetap harus mengikuti risiko, kebutuhan aplikasi, lokasi, dan kebijakan perusahaan.
BuanterOne juga membahas desain koneksi utama dan cadangan, segmentasi, VPN, serta SD-WAN dalam panduan mengenai jaringan WAN untuk operasional multi lokasi.
Pelajari desain WAN multi lokasi
Pertanyaan penting dalam proyek migas bukan hanya apakah lokasi bisa mendapatkan internet, tetapi juga di mana perangkat jaringan akan dipasang.
Area yang memiliki potensi atmosfer mudah terbakar memerlukan pertimbangan berbeda dibandingkan ruang kantor biasa.
ATEX dan IECEx berkaitan dengan penggunaan peralatan pada lingkungan yang memiliki risiko atmosfer eksplosif.
Karena itu, klasifikasi area menjadi langkah penting sebelum menentukan router, radio, power supply, enclosure, antena, atau perangkat elektronik lain yang ditempatkan di sekitar fasilitas proses.
Internet satelit sendiri bukanlah penentu apakah instalasi aman untuk hazardous area.
Yang perlu dievaluasi adalah perangkat fisik, titik pemasangan, sistem kelistrikan, konfigurasi instalasi, dan persyaratan keselamatan yang berlaku pada lokasi tersebut.
BuanterOne tidak sebaiknya diasumsikan memiliki sertifikasi ATEX atau IECEx pada suatu terminal kecuali sertifikasi tersebut memang dinyatakan pada spesifikasi resmi perangkat yang digunakan.
Antena membutuhkan posisi yang memungkinkan komunikasi dengan jaringan satelit.
Namun, kebutuhan radio frequency tersebut harus diseimbangkan dengan persyaratan engineering dan keselamatan fasilitas.
Karena itu, posisi pemasangan tidak sebaiknya diputuskan hanya berdasarkan titik dengan penerimaan sinyal terbaik.
Klasifikasi zona, jalur kabel, sumber daya listrik, akses pemeliharaan, struktur pemasangan, dan persyaratan proyek perlu menjadi bagian dari perencanaan.
Ketika remote site semakin terhubung, batas antara jaringan lapangan dan sistem perusahaan perlu dikelola secara disiplin.
Menghubungkan seluruh perangkat ke satu jaringan tanpa pemisahan dapat memperbesar konsekuensi ketika terjadi gangguan atau akses yang tidak semestinya.
Data SCADA, PLC, sensor, administrasi, vendor, serta Wi-Fi kru mempunyai fungsi berbeda.
Segmentasi dapat membantu membatasi komunikasi antarbagian jaringan sehingga setiap perangkat hanya memiliki akses sesuai kebutuhan.
VPN dapat digunakan untuk mengenkripsi komunikasi yang melewati jaringan publik, sementara kontrol akses menentukan pengguna atau perangkat yang boleh masuk ke sistem tertentu.
Kebutuhan internet kru tetap relevan, terutama pada operasi offshore dan remote site dengan periode kerja jauh dari keluarga.
Video call, komunikasi personal, dan hiburan digital dapat menjadi bagian dari konektivitas kru di luar jam kerja.
Namun, trafik tersebut dapat dipisahkan dari jaringan operasional sehingga aktivitas pengguna tidak harus bersaing langsung dengan data sensor atau aplikasi kritikal.
Pendekatan ini memungkinkan perusahaan melihat crew connectivity dan operational connectivity sebagai dua kebutuhan berbeda dalam satu ekosistem jaringan.
Perencanaan sebaiknya dimulai dari pemetaan lokasi operasi, bukan dari pemilihan merek perangkat.
Tim IT dan engineering perlu mengetahui apakah fasilitas berada onshore atau offshore, jaringan apa yang sudah tersedia, jenis aplikasi yang digunakan, serta sistem mana yang membutuhkan komunikasi ke kantor pusat.
Setelah itu, perusahaan dapat menentukan teknologi akses, backhaul, kapasitas, prioritas trafik, redundansi, segmentasi, keamanan, dan user terminal yang sesuai.
Untuk lokasi offshore, faktor pergerakan platform dan lingkungan maritim perlu diperhitungkan.
Untuk hazardous area, klasifikasi zona dan persyaratan perangkat harus diperiksa sebelum instalasi dilakukan.

Internet untuk sektor minyak dan gas bukan hanya fasilitas komunikasi staf.
Konektivitas dapat menjadi jalur yang menghubungkan remote site, rig offshore, sensor, SCADA, PLC, cloud, aplikasi perusahaan, pusat kendali, dan kebutuhan komunikasi kru.
VSAT GEO, satelit LEO, private LTE atau 5G, microwave, dan fiber memiliki fungsi berbeda. Arsitektur yang tepat bergantung pada lokasi, kebutuhan aplikasi, latency, kapasitas, redundansi, keamanan, serta persyaratan instalasi.
BuanterOne menyediakan solusi konektivitas berbasis satelit LEO Eutelsat OneWeb untuk sektor minyak dan gas, termasuk konektivitas bagi lokasi darat dan offshore serta integrasi dengan jaringan lokal seperti LTE atau 5G.
Konsultasikan kebutuhan konektivitas sektor minyak dan gas dengan BuanterOne
Pilihan dapat mencakup satelit GEO, satelit LEO, microwave dalam kondisi tertentu, serta jaringan hybrid. Teknologi perlu dipilih berdasarkan lokasi rig, aplikasi, bandwidth, latency, redundansi, dan kondisi instalasi.
LEO dapat menjadi jalur konektivitas untuk remote site yang memerlukan akses ke jaringan perusahaan atau cloud. Integrasi SCADA tetap membutuhkan desain jaringan, segmentasi, prioritas trafik, dan kebijakan keamanan yang sesuai.
Tidak dapat ditentukan hanya dari jenis koneksinya. Kelayakan pemasangan bergantung pada perangkat fisik, sertifikasi yang diperlukan, klasifikasi zona, lokasi instalasi, serta persyaratan keselamatan proyek.
Kedua trafik memiliki fungsi berbeda. Segmentasi membantu memberikan kontrol akses dan prioritas yang sesuai sekaligus membatasi komunikasi antara perangkat pengguna dengan sistem operasional.
Redundansi dapat dipertimbangkan ketika kontinuitas komunikasi penting bagi operasional. Kombinasinya dapat berbeda, misalnya satelit LEO dan GEO atau satelit dengan jaringan terestrial, tergantung kondisi serta kebutuhan setiap lokasi.