07.

Okt, 2026

Apa Itu Disaster Recovery as a Service dan Kapan Bisnis Membutuhkannya?

Apa Itu Disaster Recovery as a Service dan Kapan Bisnis Membutuhkannya?

Gangguan pada sistem digital dapat terjadi kapan saja dan berdampak langsung pada operasional bisnis. Karena itu, disaster recovery as a service menjadi kebutuhan penting untuk menjaga ketersediaan data dan aplikasi saat terjadi insiden. Dengan dukungan provider internet satelit, proses pemulihan dapat berjalan lebih stabil meski jaringan utama mengalami kendala.

Apa Itu Disaster Recovery as a Service

Disaster recovery as a service adalah layanan berbasis cloud yang membantu bisnis memulihkan sistem, aplikasi, dan data setelah terjadi gangguan, baik akibat bencana alam, serangan siber, kegagalan perangkat keras, maupun kesalahan manusia.

Layanan ini memanfaatkan replikasi data secara berkala sehingga salinan data selalu tersedia di lokasi terpisah dan siap digunakan saat dibutuhkan. Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menjaga kelangsungan operasional tanpa harus membangun infrastruktur pemulihan sendiri yang membutuhkan investasi besar.

Selain melindungi aset digital, layanan ini juga membantu mengurangi risiko downtime, menjaga produktivitas, serta mempertahankan kepercayaan pelanggan ketika terjadi insiden.

Bagaimana Cara Kerja Disaster Recovery as a Service

Disaster recovery as a service bekerja dengan membuat salinan data, aplikasi, dan konfigurasi sistem ke lingkungan cloud secara berkala. Seluruh proses berlangsung otomatis sehingga data cadangan selalu diperbarui sesuai perubahan yang terjadi pada sistem utama.

Ketika terjadi gangguan, salinan tersebut dapat diaktifkan sehingga operasional bisnis tetap berjalan dengan waktu pemulihan yang lebih singkat. Secara umum, proses kerjanya meliputi beberapa tahapan berikut:

  • Replikasi data dari server utama ke infrastruktur cloud secara terus-menerus maupun berdasarkan jadwal tertentu.

  • Pemantauan kondisi sistem untuk mendeteksi gangguan yang berpotensi menghambat operasional.

  • Aktivasi lingkungan cadangan ketika server utama mengalami kendala sehingga aplikasi tetap dapat diakses.

  • Pemulihan data dan layanan ke sistem utama setelah kondisi sudah kembali normal tanpa kehilangan perubahan penting yang terjadi selama proses pemulihan.

Dengan mekanisme tersebut, bisnis memiliki perlindungan data yang lebih baik sekaligus menjaga kontinuitas layanan saat menghadapi berbagai risiko teknologi.

Manfaat Disaster Recovery as a Service untuk Bisnis

Setiap bisnis memiliki tingkat risiko yang berbeda terhadap gangguan operasional. Mulai dari kerusakan perangkat, serangan siber, hingga bencana alam dapat menghentikan aktivitas perusahaan dalam waktu singkat. Dengan sistem pemulihan yang dirancang secara detail, bisnis dapat menjaga data tetap aman sekaligus mempertahankan layanan bagi pelanggan.

1. Mempercepat Proses Pemulihan Sistem

Disaster recovery as a service membantu perusahaan mengaktifkan kembali aplikasi dan data dalam waktu yang jauh lebih singkat dibanding proses pemulihan secara manual. Ketika gangguan terjadi, salinan sistem yang tersimpan di cloud dapat langsung digunakan sehingga operasional tetap berjalan.

Kondisi ini mengurangi waktu henti yang sering kali menimbulkan kerugian finansial, keterlambatan layanan, hingga penurunan produktivitas. Proses pemulihan yang lebih cepat juga membuat tim TI dapat fokus mengatasi penyebab gangguan tanpa harus membangun ulang seluruh infrastruktur dari awal.

2. Menjaga Keamanan Data Bisnis

Data menjadi salah satu aset paling penting bagi perusahaan. Kehilangan informasi pelanggan, transaksi, maupun dokumen operasional dapat berdampak besar terhadap kelangsungan usaha. Dengan replikasi data yang dilakukan secara berkala, salinan terbaru selalu tersedia ketika dibutuhkan.

Perlindungan ini membantu mengurangi risiko kehilangan data akibat serangan ransomware, kerusakan server, maupun kesalahan pengguna. Selain itu, perusahaan juga memiliki kontrol yang lebih baik terhadap proses pemulihan sehingga data penting tetap terjaga.

3. Mengurangi Risiko Downtime Berkepanjangan

Downtime yang berlangsung lama dapat menghambat proses bisnis, mengurangi pendapatan, dan menurunkan kepercayaan pelanggan. Sistem pemulihan berbasis cloud memungkinkan layanan tetap berjalan melalui lingkungan cadangan ketika infrastruktur utama mengalami gangguan.

Dengan demikian, aktivitas operasional tidak perlu berhenti sepenuhnya. Hal ini sangat penting bagi perusahaan yang melayani transaksi digital, layanan pelanggan, maupun sistem produksi yang beroperasi sepanjang waktu.

4. Menghemat Investasi Infrastruktur TI

Menerapkan disaster recovery as a service membuat perusahaan tidak perlu membangun pusat data cadangan sendiri yang membutuhkan biaya besar. Infrastruktur cloud sudah menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk proses pemulihan ketika terjadi gangguan.

Model layanan ini juga memberikan fleksibilitas karena kapasitas bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis. Perusahaan dapat mengalokasikan budget untuk pengembangan layanan lain tanpa mengurangi kualitas perlindungan terhadap data dan aplikasi penting.

5. Mendukung Kepatuhan terhadap Regulasi

Banyak industri memiliki aturan mengenai penyimpanan, perlindungan, dan ketersediaan data. Sistem pemulihan yang terdokumentasi dengan baik membantu perusahaan memenuhi berbagai persyaratan tersebut.

Riwayat replikasi, proses pemulihan, hingga pengelolaan data dapat dicatat sebagai bagian dari kebutuhan audit. Dengan kesiapan ini, perusahaan memiliki bukti bahwa data dikelola secara lebih terstruktur sekaligus mengurangi risiko pelanggaran terhadap kebijakan yang berlaku.

6. Meningkatkan Kepercayaan Pelanggan

Pelanggan mengharapkan layanan yang tetap tersedia meskipun perusahaan menghadapi kendala teknis. Ketika bisnis mampu menjaga akses terhadap aplikasi, transaksi, maupun informasi penting, tingkat kepercayaan pelanggan akan lebih tinggi.

Reputasi perusahaan juga lebih terjaga karena gangguan dapat ditangani dengan cepat tanpa mempengaruhi kualitas layanan secara signifikan. Dalam jangka panjang, kesiapan menghadapi berbagai risiko teknologi menjadi salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan bisnis dan hubungan yang lebih baik dengan pelanggan.

Kapan Bisnis Membutuhkan Disaster Recovery as a Service

Tidak semua gangguan dapat diprediksi. Karena itu, disaster recovery as a service sebaiknya mulai dipertimbangkan sebelum perusahaan mengalami insiden yang berdampak pada operasional.

Layanan ini sangat relevan bagi bisnis yang mengandalkan sistem digital untuk menjalankan aktivitas harian, menyimpan data pelanggan, hingga mengelola transaksi secara real time. Beberapa kondisi yang menunjukkan bisnis sudah memerlukan layanan ini antara lain:

  • Operasional perusahaan bergantung pada aplikasi dan server yang harus selalu aktif.

  • Data pelanggan, laporan keuangan, atau dokumen penting tersimpan dalam sistem digital.

  • Perusahaan memiliki beberapa cabang yang saling terhubung melalui jaringan internet.

  • Risiko serangan siber, kegagalan perangkat keras, maupun bencana alam berpotensi mengganggu layanan.

  • Bisnis perlu memenuhi standar keamanan data atau persyaratan audit dari regulator maupun mitra kerja.

Semakin tinggi ketergantungan perusahaan terhadap teknologi, semakin penting memiliki sistem pemulihan yang mampu menjaga kelangsungan operasional ketika terjadi gangguan.

Disaster Recovery as a Service vs Backup Biasa

Banyak perusahaan menganggap backup data sudah cukup untuk melindungi operasional bisnis. Padahal, backup hanya berfungsi menyimpan salinan data, sedangkan proses pemulihan sistem membutuhkan tahapan yang lebih panjang.

Perbedaan ini sering kali baru disadari ketika terjadi gangguan yang membuat aplikasi, server, atau layanan digital tidak dapat digunakan. Tabel berikut dapat membantu memahami perbedaan keduanya secara lebih jelas.

Aspek

Disaster Recovery as a Service

Backup Biasa

Tujuan utama

Memulihkan seluruh sistem, aplikasi, server, dan data agar operasional kembali berjalan

Menyimpan salinan data sebagai cadangan

Cakupan perlindungan

Data, aplikasi, konfigurasi server, mesin virtual, hingga jaringan

Umumnya hanya file atau database

Proses pemulihan

Otomatis sesuai skenario yang sudah ditentukan

Dilakukan secara manual oleh tim TI

Kecepatan pemulihan

Lebih cepat karena lingkungan cadangan sudah siap digunakan

Lebih lama karena sistem harus dibangun kembali sebelum data dipulihkan

Risiko downtime

Lebih rendah karena layanan dapat dialihkan ke server cadangan

Lebih tinggi karena proses pemulihan membutuhkan beberapa tahapan

Replikasi data

Berlangsung secara berkala bahkan real time sesuai kebutuhan

Mengikuti jadwal backup harian, mingguan, atau bulanan

Kesiapan saat bencana

Infrastruktur cadangan siap diaktifkan ketika terjadi gangguan

Hanya menyediakan file cadangan tanpa lingkungan operasional

Kebutuhan infrastruktur

Memanfaatkan layanan cloud dari penyedia DRaaS

Bergantung pada media penyimpanan lokal maupun cloud

Pengelolaan

Sebagian besar dikelola oleh penyedia layanan

Menjadi tanggung jawab internal perusahaan

Cocok untuk

Perusahaan yang membutuhkan layanan digital dengan tingkat ketersediaan tinggi

Bisnis yang hanya memerlukan penyimpanan data cadangan

Biaya awal

Tidak memerlukan investasi besar untuk membangun pusat data cadangan

Lebih rendah pada awal penggunaan, namun proses pemulihan dapat membutuhkan biaya tambahan

Dampak terhadap operasional

Aktivitas bisnis dapat kembali berjalan dalam waktu lebih singkat

Operasional sering tertunda hingga proses pemulihan selesai

Peran Internet Andal dalam Mendukung Disaster Recovery

Keberhasilan proses pemulihan tidak hanya bergantung pada teknologi cloud, tetapi juga kualitas koneksi internet yang digunakan perusahaan. Disaster recovery as a service membutuhkan jaringan yang stabil agar proses replikasi data, sinkronisasi aplikasi, hingga perpindahan layanan ke server cadangan dapat berlangsung tanpa kendala.

Jika koneksi sering terputus, proses pemulihan berpotensi memerlukan waktu lebih lama dan mengganggu operasional bisnis. Beberapa peran koneksi internet yang andal dalam proses pemulihan meliputi:

  • Mendukung replikasi data secara berkala ke lingkungan cloud.

  • Menjaga akses ke aplikasi bisnis dan layanan digital ketika server utama mengalami gangguan.

  • Mempercepat proses sinkronisasi data setelah sistem kembali normal.

  • Mendukung komunikasi antarcabang yang bergantung pada jaringan internet.

  • Mengurangi risiko terhambatnya proses pemulihan akibat koneksi yang tidak stabil.

BuanterOne menyediakan layanan internet yang dirancang untuk mendukung kebutuhan bisnis dengan konektivitas yang stabil di berbagai lokasi. Jika perusahaan membutuhkan jaringan untuk mendukung strategi pemulihan data, tersedia berbagai pilihan user terminal yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional.

FAQ

1. Apa perbedaan disaster recovery dan backup data?

Backup data berfungsi menyimpan salinan informasi sebagai cadangan. Sementara itu, disaster recovery mencakup proses memulihkan data, aplikasi, server, hingga infrastruktur TI agar operasional bisnis dapat kembali berjalan setelah terjadi gangguan.

2. Apakah layanan ini hanya cocok untuk perusahaan besar?

Tidak. Usaha kecil, menengah, hingga perusahaan berskala besar dapat memanfaatkan layanan ini. Selama bisnis bergantung pada data dan sistem digital, memiliki rencana pemulihan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko operasional.

3. Ancaman apa saja yang dapat diatasi dengan Disaster Recovery as a Service?

Layanan ini membantu bisnis menghadapi berbagai risiko, seperti serangan ransomware, kegagalan perangkat keras, kesalahan manusia, gangguan listrik, hingga bencana alam yang menyebabkan sistem utama tidak dapat digunakan.

4. Apakah data akan tetap diperbarui secara otomatis?

Ya. Sebagian besar layanan menggunakan teknologi replikasi data secara berkala maupun real time sesuai kebutuhan bisnis. Dengan begitu, salinan data tetap mengikuti perubahan terbaru sehingga siap digunakan saat proses pemulihan diperlukan.

5. Mengapa koneksi internet berpengaruh terhadap proses pemulihan?

Koneksi internet digunakan untuk mengirim data ke cloud, melakukan sinkronisasi, serta mengaktifkan lingkungan cadangan ketika terjadi gangguan. Semakin stabil jaringan yang digunakan, semakin lancar proses pemulihan dan akses terhadap aplikasi bisnis.


Maksimalkan Keamanan Bisnis Bersama BuanterOne

Menjaga kelangsungan operasional tidak cukup hanya dengan memiliki cadangan data. Bisnis juga memerlukan strategi pemulihan yang didukung infrastruktur jaringan yang stabil agar layanan tetap berjalan ketika terjadi gangguan.

Kombinasi layanan pemulihan dan konektivitas yang andal membantu perusahaan mengurangi risiko downtime sekaligus menjaga produktivitas.

BuanterOne siap mendukung kebutuhan konektivitas bisnis melalui layanan internet satelit yang menjangkau berbagai wilayah di Indonesia. Konsultasikan kebutuhan perusahaan Anda bersama tim BuanterOne untuk mendapatkan layanan yang paling sesuai sehingga sistem bisnis tetap siap menghadapi berbagai risiko di masa mendatang.

Share